20 Peringkat Smartest Campus 2011 – TeSCA

Penghargaan Telkom Smart Campus Award (TeSCA) merupakan hasil kerja sama PT Telkom Indonesia dengan Aptikom serta didukung oleh Ditjen Dikti Kemendikbud dan Detiknas.

Tiap tahun, Tesca menilai ribuan perguruan tinggi di Indonesia dengan menggunakan tujuh dimensi utama, yakni Suprastruktur Kampus, Infrastruktur Teknologi, Profil Pemangku Kepentingan, Ragam Pemanfaatan dan Aplikasi, Strategi Pendidikan Nasional, Dampak dan Manfaat Penerapan Teknologi, serta Komunitas Eksternal.

Berikut 20 besar dari TeSCA 100 Smartest Campus 2011 seperti dilansir situs TeSCA, Senin (5/3/2012):

1. Universitas Indonesia (UI) dengan 4.871 poin
2. Universitas Gunadarma dengan 4.839 poin
3. Universitas Bina Nusantara (Binus) dengan 4.473 poin
4. Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 4.452 poin
5. Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan 4.330 poin
6. Universitas Komputer Indonesia (Unikom) dengan 4.307 poin
7. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan 4.230 poin
8. Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan 4.229 poin
9. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dengan 4.195 poin
10. Universitas Brawijaya (UB) dengan 4.167 poin
11. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) AMIKOM Yogyakarta dengan 4.166 poin
12. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan 4.129 poin
13. Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan 4.120 poin
14. Universitas Diponegoro (Undip) 4.096 poin
15. Univesitas Sebelas Maret (UNS) dengan 4.071 poin
16. Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan 4.059 poin
17. Universitas Airlangga (Unair) dengan 4.021 poin
18. Universitas Dian Nuswantoro dengan 4.011 poin
19. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan 3.902 poin
20. Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dengan 3.881 poin.

Dikutip dari: http://kampus.okezone.com/read/2012/03/05/373/587386/20-kampus-pintar-indonesia-versi-tesca

Advertisements

PTSP Provinsi DKI Jakarta

Pada tanggal 22 September 2010, Gubernur Provinsi DKI Jakarata Bapak Dr. Fauzi Bowo meresmikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) provinsi DKI Jakarta.
PTSP DKI Jakarta ini bertempat di lantai dasar gedung Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) DKI Jakarta yang terletak di Jl. M.T.Haryono, Jakarta.

Paparan Sistem Informasi e-licensing

Tanya-jawab dengan pemohon izin

PTSP adalah pusat pelayanan kepada masyarakat yang ingin mengurus permohonan izin, misalnya: Izin Usaha Perdagangan, Izin Mendirikan Bangunan, Izin Undang-undang Gangguan dan masih banyak lagi yang lain (selengkapnya: http://ptsp-dki.dyndns.info).

Pelayanan permohonan izin

Semua jenis permohonan izin tersebut cukup melalui satu loket/ pintu penerimaan berkas dan pengambilan hasil juga dilakukan pada satu loket yang sama.

Di PTSP ditempatkan petugas untuk bagian informasi bagi pemohon yang baru akan mencari informasi, petugas Advice Planning untuk konsultasi yang berhubungan dengan Rencana Tata Letak Bangunan, dan petugas penerima/ pengambilan berkas.

Pelayanan permohonan izin

PTSP menyediakan informasi yang transparan mengenai persyaratan, lama pemrosesan dan biaya untuk setiap izin. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pungutan ilegal dan mewujudkan kesamaan hak dari setiap pemohon.
Pemohon dapat memperoleh informasi untuk setiap izin yang dilayani di PTSP DKI melalui website: http://ptsp-dki.dyndns.info dan bagi pemohon yang sudah memasukkan berkas permohoan dapat mengecek status prosesnya di website tersebut.

petugas teknis, cso, administrasi dan konsultan

Di PTSP juga ditempatkan petugas teknis dari dinas-dinas terkait untuk membantu konsultasi hal-hal teknis dan Bank DKI untuk pembayaran retribusi.

Terwujudnya PTSP Provinsi DKI Jakarta ini didukung oleh International Finance Corporation (IFC) – World Bank Group yang membantu menyediakan tenaga-tenaga ahli/ konsultan bidang birokrasi pemerintahan, bidang Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, dan bidang kearsipan.

(kiri ke kanan) Hasan Basri - Asisten Bid.Perekonomian, Fauzi Bowo - Gubernur DKI Jakarta, Dorothy Berry- Vice President IFC, Adam Sack - Country Manager IFC Indonesia, Terman Siregar - Kepala BPMP

Antara IT dan IS

Saya yakin dua istilah ini tidak asing lagi bagi rekan-rekan yang berlatarbelakang pendidikan dari Teknik Informatika, Teknik Komputer, Ilmu Komputer, Sistem Informasi ataupun Manajemen Informatika.
Kedua kata ini juga tidak asing lagi dilingkungan perkantoran yang telah menggunakan komputer sebagai alat bantu ataupun di masyarakat umum pengguna komputer, terlebih lagi dikalangan pebisnis komputer.
Namun kenyataannya banyak yang tidak dapat menjelaskan dimana perbedaan mendasar dari kedua istilah tersebut, “IT” dan “IS”, sama? beda? atau bagaimana?
Dari pengalaman saya, beberapa perusahaan yang telah menggunakan komputer dan teknologinya sebagai alat bantu untuk proses administrasi dan proses bisnisnya bahkan sesungguhnya tidak memahami betul perbedaan mendasar dari kedua kata tersebut. Hal ini yang kadang membuat perusahaan menyusun struktur jabatan yang kurang tepat untuk departemen yang bertugas menangani hal-hal yang berhubungan dengan komputer, sistem dan teknologinya.
Pada artikel ini saya ingin mencoba sharing apa yang saya ketahui dan pendapat saya mengenai dua kata tersebut. Kemungkinan besar rekan-rekan lain punya point of view yang berbeda sehingga mempunyai pendapat yang berbeda pula, silahkan dishare aja…
Saya hanya ingin focus pada perngertian mendasar dari “IT” dan “IS”, terlepas dari jabatan-jabatan spesialisasi seperti: programmer/developer (system programmer, application programmer, web atau desktop/API based, dll), network engineer, database administrator, system engineer, application support technician, multimedia designer, dan lainnya.

IT (Information Technology) menurut wikipedia.org (en.wikipedia.org/wiki/Information_technology): “the study, design, development, implementation, support or management of computer-based information systems, particularly software applications and computer hardware.”, artinya: sebuah studi, perancangan, pengembangan, implementasi, dukungan atau manajemen terhadap sistem informasi yang berbasis komputer, khususnya software dan hardware.

IS (Information System) menurut wikipedia.org (en.wikipedia.org/wiki/Information_system  en.wikipedia.org/wiki/Information_systems_(discipline)): “is any combination of information technology and people’s activities using that technology to support operations, management, and decision-making. In a very broad sense, the term information system is frequently used to refer to the interaction between people, algorithmic processes, data and technology.”, artinya: perpaduan dari IT dan aktivitas orang-orang yang memakai teknologi tersebut untuk mendukung operasional, manajemen dan pengambilan keputusan. Dalam arti lebih luas, adalah interaksi antara manusia, proses, data dan teknologi.

Dalam beberapa artikel lain, juga memyampaikan arti yang pada dasarnya sama dengan diatas.
Prinsip dasarnya adalah IT adalah salah satu unsur yang terdapat dalam IS, terlepas dari IT dan IS yang berbasis komputer (computer based) atau tidak. Ujung-ujung pembicaraan dari IS adalah menghasilkan informasi yang efektif dan efisien untuk pengambilan keputusan dimana tingkat efektifitas dan efisiensi dipengaruhi salah satunya oleh teknologi dan lainnya adalah manajemen dan finansial. Jadi IS memiliki cakupan unsur yang lebih luas dari IT, yaitu IS mencakup unsur manajemen, finansial dan teknologi sedangkan IT mencakup teknologi. Tiap unsur dapat dijabarkan lagi lebih luas dan biasanya terdapat saling beririsan. Dalam perkembangannya beberapa irisan membentuk istilah-istilah baru misalnya yang populer adalah ICT (Information & Communication Technology)  dan MIS (Management Information System.
Di jaman moderen ini, berbicara IS mutlak tidak dapat terlepas dari IT, oleh sebab itu orang-orang IS harusnya mengetahui dan menguasai IT disamping Manajemen dan Finansial dan mungkin unsur-unsur lainnya. Sedangkan untuk rekayasa dan pengembangan IT harusnya adalah fungsi orang-orang IT.

Menurut saya perusahaan-perusahaan yang menerapkan IS dan IT sebaiknya bisa memahami dengan baik pengertian antara IT dan IS, sehingga tepat dalam membentuk departemen dan penugasan/fungsi orang-rang dalam departemen tersebut. Untuk skala kecil mungkin dapat membentuk departemen IT dan untuk skala lebih besar membentuk departemen IS yang didalamnya ada sub IT, atau bahkan ada beberapa perusahaan yang memisahkan departemen IT dan IS.

Salam Smart.

Big Data di sekitar kita

Sejumlah statistik di internet menyebutkan bahwa dalam 1 menit, terdaftar 217 pengguna baru aplikasi mobile, Uber mengantarkan 694 perjalanan (ride), Skype menyambungkan 110 ribu percakapan telepon, Google melayani 4 juta pertanyaan (query), Facebook mengolah 4,2 juta komentar, dan sekitar 11 juta pesan pendek dikirimkan melalui berbagai operator instant messenger seperti WhatsApp, LINE, BBM. Berbagai bisnis menyusun strategi berdasarkan informasi yang diperoleh dari pasar. Lembaga riset (market survey) mendulang rejeki dari mengolah informasi. Untuk itu, para konsumen sering baik sadar maupun tanpa sadar dicatat pendapat ataupun ditanyai preferensinya untuk diolah lebih lanjut. Bahkan sejumlah riset mencoba mendeteksi sentiment maupun persepsi masyarakat lewat pesan-pesan yang bersliweran di media

Beberapa waktu terakhir, kita juga melihat kemampuan informasi yang cepat dan massif dapat mempengaruhi bahkan menggerakan massa, sehingga terjadilah revolusi Arab spring yang menumbangkan sejumlah presiden, lalu di AS terpilihnya Donald Trump lewat persaingan ketat yang didukung perang informasi antar kubu. Di Indonesia yang masyarakatnya sangat aktif dalam media sosial, setiap isu dapat menjalar dengan sangat cepat. Bila sebelumnya, media massa dipandang sebagai pilar keempat setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif, sekarang media sosial secara informal telah menempati posisi yang sangat menentukan.

Dalam bisnis, kemampuan untuk menangkap dan mengolah informasi menjadi keunggulan kompetitif baik terhadap pesaing maupun terhadap produk subsitusi. Bila dikelola dengan baik, analisis informasi bisa membantu bisnis dalam memberikan layanan maupun produk yang sesuai dengan ekspektasi individu pelanggan. Pelanggan tidak lagi dilayani secara seragam, tetapi dapat diberikan sesuai dengan preferensi pribadi masing-masing.

Di masa lalu, data bersifat pasif, meskipun diperoleh baik dengan sengaja maupun tidak sengaja, basis data yang terbentuk seringkali hanya dipandang sebagai arsip. Trend pengolahan data baru kemudian muncul, sejalan dengan semakin majunya perangkat keras dan mudahnya penggunaan perangkat lunak untuk menganalisis data. Semula pengolahan data dilakukan secara insidental dan sporadis tergantung kesadaran pengolah data (misal: bagian analis atau litbang). Sekarang semakin tinggi kesadaran dari pemilik data sendiri, dengan menetapkan manajemen stratejik berbasis data kuantitatif. Informasi yang semula bersifat ditarik (pull), sekarang menjadi didorong (push).

Little data menuju BIG DATA

Penyimpanan dan pengolahan data yang semula terkumpul pada satu komputer desktop, serta mampu diolah oleh seorang analis atau ahli statistik, selanjutnya berkembang menjadi semakin besar dan bervariasi. Muncullah istilah Big Data yang mempunyai karakteristik 4 V (volume, velocity, variety, veracity). Penelitian IBM menyebutkan bahwa pada tahun 2020, ketika penduduk bumi sekitar 7 miliar, jumlah cell phone sekitar 6 miliar. Sekitar 2.5 trilion data dihasilkan oleh tiap penduduk bumi, sehingga besarnya volume data seluruh penduduk bumi sekitar 40 Zetabyte atau 43 trilion Gigabyte, lonjakan 300 kali dari data yang dimiliki pada tahun 2005. Sementara mobil modern sudah memasang sekitar 100 sensor (cadangan bahan bakar tersisa, temperatur mesin, tekanan udara ban), di berbagai lokasi seperti gedung, jalan, lampu, sungai, mesin cuci, perangkat mainan, di tahun 2016 sudah mencapai 18.9 trilion sambungan, secara bertahap kita sudah masuk era Internet of Things (IoT) yang dengan kecepatan tinggi merekam semua data. Dari sisi keberagaman, sementara tahun 2011 data informasi kesehatan di dunia sekitar 150 Exabyte (161 trilion Gigabyte). Penggunaan perangkat nirkabel (wearable, wireless health monitor) seperti yang popular digunakan oleh penggemar olahraga, menghasilkan rekaman dari 420 juta perangkat. Karakteristik terakhir, ketelitian (veracity) data terkait dengan banyaknya noise, error atau data yang tidak akurat. Dalam pengambilan keputusan, satu dari tiga pemimpin bisnis belum percaya pada sepenuhnya pada informasi yang diperoleh. Kerugian ekonomi hingga triliunan dollar diperkirakan terjadi di Amerika Serikat akibat rendahnya kualitas data. Di Indonesia bisa dianalogikan dengan berapa besar anggaran subsidi yang tidak tepat sasaran. Sehingga jelas bahwa harus ada cara baru menyimpan, mengolah dan menampilkan informasi yang begitu besar selain dari sistem basis data konvensional.

Solusi untuk BIG DATA

Amazon.com yang dikenal sebagai toko buku online raksasa dunia, sejak tahun 2000 sudah mengembangkan produk-produk digital, seperti audiobook, games, software, CD/DVD, BlueRay hingga video streaming. Jeff Bezos yang visioner sudah melihat potensi besar revolusi digital yang meningkatkan kecepatan layanan, perbaikan kualitas sembari harga produk yang semakin murah, melalui teknologi cloud. Sementara itu, Yahoo! mencoba mengembangkan layanan dari direktori online menuju mesin pencari yang canggih, dan muncullah projek Hadoop tahun 2006 sebagai projek terbuka (open source) yang bertujuan untuk menyimpan dan mengolah data sangat besar secara Penemuan selanjutnya oleh Google, yaitu MapReduce, mematangkan teknologi infrastruktur untuk pengolahan Big Data. Harry King, professor dari Universitas Harvard, mengingatkan bahwa “Big data is not about the data”, menekankan bahwa meskipun data memang begitu banyak dan semakin mudah untuk mengumpulkan, nilai sebenarnya adalah pada kemampuan analisis. Oleh karena itu, dalam beberapa tahun ke depan, akan muncul profesi Data Scientist, kombinasi pengetahuan keilmuan, dengan logika matematika, statistika serta keterampilan mengelola data mentah yang bervariasi, menuju satu analisis yang mendalam untuk menemukan hal yang tersembunyi di dasar samudera data. Jadi, bersiaplah, BIG DATA sudah ada di sekitar kita, teknologi yang mendukung tersedia, manfaatnya sangat besar bagi kita, dan tantangan kita adalah masuk ke dalamnya dengan bekal keterampilan analisis yang mumpuni

Lukas, dosen dan peneliti pada program Magister Teknik Elektro, Fakultas Teknik Unika Atma Jaya, menyelesaikan sarjana Teknik Elektro ITB (1995), meraih gelar Master of Artificial Intelligence (1998) dan Doctor in Engineering (2003) keduanya dari KU Leuven, Belgia.

Dikutip dari: http://www.kontan.co.id/ads/advertorial/788

Dasar Pemrograman Java (2)

Berikut tersedia library java untuk:
calendar.jar : [download]
mysql-connector-java-5.1.18-bin.jar : [download]

Keterangan penggunaan:

Pada calendar.jar berisi objek JDateTimePicker yang perlu dilakukan loading modul/jar tsb terlebih dahulu kedalam Palette agar object JDateTimePicker dapat muncul dan dipergunakan.

Pada mysql-connector-java-5.1.18-bin.jar terdapat class-class untuk berhubungan dan memanipulasi database mySQL. Berikut contoh sebuah class koneksi sbb: (contoh database: test  user: root  dan password:  mysql)

import java.sql.Connection;
import java.sql.DriverManager;
import java.sql.SQLException;
import javax.swing.JOptionPane;
public class koneksi {
    public static Connection _conn;
    public static Connection getconn(){
        if (_conn==null){
            try{
                String _host=”jdbc:mysql://localhost:3306/test“;
                String _usr=”root“;
                String _psw=”mysql“;
                DriverManager.registerDriver(new com.mysql.jdbc.Driver());
                _conn=DriverManager.getConnection(_host,_usr,_psw);            
            } catch (SQLException t){
                JOptionPane.showMessageDialog(null,”Koneksi Database Error..”);
            }
        }
        return _conn;
    }
}

Untuk mengakses record dalam tabel dapat dibuatkan prosedur tersendiri dalam class sbb: (contoh tabel: java_form dengan 2 field)

import java.sql.*;
import javax.swing.JOptionPane;
public void LoadData(){
  try{
        Connection _conn=koneksi.getconn();
        Statement _stm=_conn.createStatement();
        String _sql=”select * from java_form“;
        ResultSet _rst=_stm.executeQuery(_sql);
        while(_rst.next()){
            object[] _objRec = new Object[2];
            _objRec[0]=_rst.getString(“NomorAng“);
            _objRec[1]=_rst.getString(“NamaAng“);
            ……
        }
        _rst.close();
        _stm.close();
        _conn.close();
  } catch(SQLException e){
        JOptionPane.showMessageDialog(null,”Load Table Error..”);
  }
}

Pengantar Sistem Operasi Komputer (2) – MDGR

Materi pembelajaran Sistem Operasi Komputer

karangan Masyarakat Digital Gotong Royong (MDGR)

Pengantar Sistem Operasi Komputer – MDGR (bagian ke-2)  [preview] [download]

Pengantar Sistem Operasi Komputer (1) – MDGR

Materi pembelajaran Sistem Operasi Komputer

karangan Masyarakat Digital Gotong Royong (MDGR)

Pengantar Sistem Operasi Komputer – MDGR (bagian ke-1)  [preview] [download]

Dasar Pemrograman Java (1)

Hand-out Matakuliah:

Harap contoh program yang ada, diketik kembali untuk melatih ingatan command-command Java, jangan di copy-paste.

Dasar Pemrograman Java (bagian ke-1)  [preview] [download]

IFC, Bali-NusaLembongan, TrainFarmers

TNP2K, BengkuluTengah, SpotCheck

BengkuluTengah